
Meskipun tidak ada standar baku terkait definisi minuman
berenergi, namun jenis minuman ini dipasarkan dengan kesan energetik,
menambah stamina, atau menambah energi. Dari segi substansi, minuman
berenergi merujuk pada minuman non-alkohol, dengan kandungan utama
seperti kafein, taurin, vitamin, terkadang disertai soda. Minuman
berenergi juga dilengkapi dengan bahan lainnya yang bekerja untuk
“menyegarkan” atau bersifat stimulan.
Konsumsi minuman energi kini makin umum, tidak hanya pada usia
remaja dan dewasa, tetapi juga orangtua, bahkan anak-anak di bawah umur,
karena minuman jenis ini biasanya rasanya manis. Alasan utama seseorang
meminum minuman energi adalah untuk mendapatkan kesegaran dan agar bisa
tetap beraktivitas sepanjang waktu. Namun tentu saja memaksakan diri
untuk terus beraktivitas padahal sebenarnya sudah lelah tidak baik bagi
kesehatan, karena tubuh membutuhkan istirahat, bukan hanya minuman
stimulan agar tubuh tidak merasakan lelah. Di samping itu minuman
berenergi menimbulkan efek buruk secara langsung terhadap tubuh dari
bahan kandungan di setiap kemasannya.
Mengapa minuman berenergi tidak boleh diminum terlalu sering?
Banyak minuman berenergi yang mengandung kadar berlebih yang
diperlukan oleh tubuh. Jika diminum terlalu sering atau lebih dari satu
kemasan perhari, minuman ini dapat menimbulkan gangguan konsentrasi,
ketidakseimbangan nutrisi, dan dalam jangka panjang akan menyebabkan
kerusakan bagi tubuh. Ironisnya, komposisi yang paling berbahaya adalah
bahan “pemberi energi” dalam minuman berenergi itu sendiri, yaitu kafein
dan gula.
Beberapa minuman berenergi tidak mencantumkan kadar kafein yang
dikandung dalam satu kemasannya. Kafein adalah sumber “pemberi energi”
utama di samping bahan stimulan lainnya yang juga terkandung di jenis
minuman ini. Setelah konsumsi beberapa waktu, sebagian orang akan
mengalami ketergantungan karena menerima kadar kafein yang cukup banyak
dari minuman berenergi.
Batas kafein yang dapat dikonsumsi orang dewasa adalah sekitar
400mg per hari, namun tentu saja hal ini dapat lebih rendah atau lebih
tinggi untuk sebagian orang. Dalam minuman berenergi, kafein yang
terkandung sekitar atau lebih dari 70mg sampai 200mg, jumlah ini dapat
bertambah dari bahan lainnya yaitu guarana yang biasanya terkandung
dalam minuman berenergi. Jika seseorang juga meminum sumber kafein
lainnya seperti kopi, maka ia dapat mengalami overdosis kafein yang
efeknya dapat berbahaya bagi jantung.
Gula merupakan sumber dari bahan utama energi bagi tubuh
(glukosa). Biasanya minuman berenergi mengandung glukosa yang sangat
tinggi melebihi kebutuhan. Konsumsi glukosa yang tinggi tanpa diimbangi
dengan aktivitas akan memicu kegemukan dan peningkatan kadar glukosa
darah.
Salah satu penelitian
eksperimental pada tahun 2010 menunjukkan bahwa konsumsi kafein dalam
minuman berenergi dengan jumlah yang terlalu banyak akan menghambat
kinerja otak. Minuman berenergi memang terbukti meningkatkan kemampuan
kognitif seseorang namun fungsinya dapat menurun jika dikonsumsi terlalu
banyak. Dalam penelitian ini, konsumsi Minuman berenergi dengan dosis
1,8ml/kg terbukti dapat membantu dalam berkonsentrasi, namun dengan
dosis tiga kali lipat lebih tinggi (5,4ml/kg) akan mengurangi kemampuan
konsentrasi pada individu.
Minuman berenergi juga mengandung beberapa bahan lainnya namun
kandungannya terlalu sedikit untuk menimbulkan manfaat bagi tubuh.
Terdapat juga bahan lainnya yang biasanya sudah terpenuhi tanpa suplemen
seperti taurine dan vitamin B. Khusus
vitamin B, terdapat beberapa jenis yang tidak dapat diserap dengan cara
diminum sehingga langsung terbuang dapat diserap terlebih dahulu.
Risiko kesehatan dari konsumsi minuman berenergi
Hal yang perlu Anda perhatikan adalah kandungan di setiap
kemasan minuman energi, terutama kafein, yang jumlahnya perlu
disesuaikan dengan berat badan Anda. Berikut dampak dari konsumsi
minuman energi terlalu banyak:
1. Gangguan pada jantung
Hal ini mungkin dialami oleh individu yang sudah memiliki
gangguan pada kesehatan jantung. Efek pada jantung disebabkan oleh
konsumsi kafein berlebih yang menyebabkan aritmia, bahkan sebelum
seseorang mengalami gangguan kesehatan pada jantung. Konsumsi minuman
energi berlebih juga dapat menyebabkan tekanan darah tinggi. Salah satu studi
oleh Steinke dan kolega menunjukkan peningkatan tekanan darah sistolik
sebesar 11% atau sekitar 10mmHg setiap mengonsumsi minuman berenergi per
hari. Efeknya terhadap seseorang dengan riwayat atau risiko penyakit
jantung adalah gagal jantung yang menyebabkan kematian.
2. Insomnia
Minuman energi bermanfaat dalam menjaga seseorang terjaga dan
tetap merasa segar. Namun, jika disalahgunakan dengan konsumsi berlebih,
seseorang dapat tidak akan merasa mengantuk sama sekali. Kondisi
insomnia akan menimbulkan efek buruk bagi kesehatan fisik dan mental
terutama gangguan berkonsentrasi.
3. Diabetes mellitus
Hal ini sudah pasti disebabkan kadar glukosa yang sangat
tinggi. Konsumsi yang terlalu sering maka akan menyebabkan defisiensi
insulin akibat banyak gula dalam darah. Minuman energi sendiri sudah
memiliki kadar gula yang tinggi, dan jika ditambah glukosa dari makanan
lainnya akan menyebabkan membebani kinerja pankreas dalam menghasilkan
hormon insulin.
4. Ketergantungan
Kondisi ini hampir sama dengan kondisi ketergantungan kafein
pada umumnya. Namun, ketergantungan pada minuman berenergi juga dapat
disebabkan stimulan lainnya sehingga tubuh memerlukan minuman berenergi
untuk melakukan pekerjaan berat. Ketergantungan kafein dalam dosis
tinggi juga akan sangat sulit dihilangkan, akibatnya individu yang
ketergantungan mungkin akan mengkonsumsi minuman berenergi kembali
bahkan dalam waktu yang lama. Jika ingin menghentikan ketergantungan dan
berhenti meminum minuman energi, seseorang mungkin akan mengalami sakit
kepala sebagai gejala withdrawal alias “sakaw”.
5. Overdosis vitamin B
Minuman berenergi mengandung berbagai vitamin B, salah satunya
Niacin (vitamin B3). Vitamin B pada umumnya diperlukan dalam jumlah
yang sedikit dan dapat dipenuhi tanpa minuman berenergi atau suplemen.
Namun keracunan vitamin B mungkin terjadi apabila seseorang
mengkonsumsi minuman berenergi lebih dari satu kemasan perhari. Gejala
yang disebabkan adalah iritasi pada kulit, rasa pusing, aritmia, muntah,
dan diare. Tidak menutup kemungkinan terjadi kondisi hipervitaminosis B
yang menyebabkan awal dari kerusakan saraf dan liver.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar