:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1645400/original/048388800_1499763884-Alcohol-v-2-resized.jpg)
Mabuk adalah suatu keadaan fisik dan mental yang tidak nyaman dan
biasanya muncul setelah konsumsi alkohol baik dalam jumlah besar maupun
sedikit. Tanda-tanda dari mabuk antara lain:
- Merasa sangat lelah
- Sakit kepala
- Meningkatnya sensitivitas terhadap cahaya dan suara
- Mata merah
- Sakit pada otot tubuh
- Rasa haus yang berlebihan
- Kenaikan tekanan darah sistolik
- Meningkatnya detak jantung
- Tremor
- Berkeringat berlebihan
- Pusing, terkadang sampai seperti vertigo di mana ruangan serasa berputar
- Merasa depresi dan gugup berlebihan
Gejala-gejala ini dapat berbeda untuk setiap orang dan dimulai
beberapa jam setelah seseorang mengonsumsi alkohol, terutama saat kadar
BAC (Blood Alcohol Concentration)-nya rendah. Ketika BAC bernilai nol,
biasanya gejala-gejala mabuk mulai muncul dan akan bertahan sampai 24
jam kemudian.
Tapi apa yang menyebabkan seseorang mengalami gejala-gejala mabuk saat minum alkohol? Simak penjelasannya berikut ini.
Efek langsung alkohol pada tubuh
Dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit
Alkohol meningkatkan produksi urin dengan cara menghambat kerja hormon antidiuretic
atau vasopresin. Semakin banyak alkohol yang Anda minum, akan semakin
banyak pula urin yang dihasilkan. Ditambah dengan berkeringat, mual,
hingga diare yang sering muncul pada mereka yang mabuk, akibatnya akan
muncul tanda-tanda dehidrasi saat sedang mabuk, seperti haus, merasa
lemah, mulut kering, hingga pusing.
Gangguan sistem pencernaan
Alkohol secara langsung mengiritasi pencernaan, sehingga menyebabkan
peradangan pada lapisan perut. Alkohol juga dapat memicu terbentuknya
lemak hati dan meningkatkan produksi asam lambung. Inilah yang menyebabkan orang yang mabuk sering mengalami sakit pada perut bagian atas, mual, dan muntah.
Penurunan kadar gula darah
Pembentukan lemak hati dapat menghambat produksi glukosa dalam tubuh.
Mengonsumsi alkohol dalam waktu lama dan dibarengi dengan asupan gizi
sehari-hari yang kurang dapat menyebabkan penurunan produksi glukosa
dalam tubuh. Tidak hanya itu, kemampuan hati yang biasanya mengubah
glukosa dari bentuk glikogen juga akan berkurang sehingga berakibat pada
hipoglikemia. Karena glukosa merupakan makanan utama bagi otak, hipoglikemia dapat menyebabkan kelelahan, sulit konsentrasi, dan perubahan mood.
Terganggunya jam biologis tubuh
Efek lelah yang berasal dari alkohol dapat mengganggu tidur dan dapat
berujung pada insomnia. Selain itu alkohol dapat menghambat kerja
hormon pertumbuhan di malam hari dan malah memicu kerja hormon kortisol
yang seharusnya rendah di malam hari. Terganggunya jam biologis tubuh
dapat membuat seseorang merasa pusing keesokan harinya.
Faktor-faktor lain yang mempengaruhi mabuk
Selain efek langsung alkohol pada tubuh, beberapa faktor lain di luar alkohol yang berpengaruh pada kejadian mabuk yaitu:
Umur
Semakin bertambahnya umur, akan semakin berkurang juga kemampuan
tubuh kita untuk mengatasi efek alkohol. Berdasarkan sebuah penelitian
diketahui bahwa gejala mabuk dan alcohol withdrawal lebih
jarang terjadi pada remaja dan dewasa muda. Penelitian terhadap tikus
juga menunjukkan bahwa tikus muda tidak terlalu mengalami perubahan
perilaku terkait mabuk jika dibandingkan dengan tikus yang usianya lebih
tua.
Jenis minuman alkohol
Penelitian menyatakan bahwa minuman beralkohol yang warnanya lebih
gelap akan lebih mudah menyebabkan mabuk jika dibandingkan dengan
minuman beralkohol yang warnanya lebih muda atau bening. Hal ini
berhubungan dengan zat hasil proses fermentasi yang disebut congeners. Minuman yang berwarna gelap (seperti red wine, bourbon, whiskey) memiliki kadar congeners yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan gin dan vodka. Semakin banyak kadar congeners, maka mabuk akan semakin parah. Begitu juga jika kita mengonsumsi beberapa jenis minuman beralkohol sekaligus.
Genetik
Gejala mabuk berkaitan dengan seberapa efisien tubuh Anda memecah
alkohol. Gen berperan penting dalam enzim yang bekerja untuk memproses
asetaldehid (produk sampingan alkohol yang bersifat racun bagi tubuh).
Campuran minuman bersoda
Mencampur alkohol dengan minuman bersoda dapat memperparah gejala
mabuk. Minuman alkohol yang bersoda akan lebih cepat mencapai usus
halus, dengan begitu akan semakin cepat pula masuk ke dalam peredaran
darah. Hal ini menyebabkan gejala mabuk yang Anda alami keesokan harinya
menjadi lebih parah.
Jenis kelamin
Wanita lebih berisiko mengalami mabuk daripada pria. Hal ini
dikarenakan perbedaan jumlah persentase air di dalam tubuh wanita dan
pria. Wanita memiliki kadar lemak yang lebih tinggi, maka otomatis kadar
airnya lebih rendah karena sel lemak lebih sedikit menyimpan air.
Sementara tubuh pria didominasi otot yang sebagian besar terdiri dari
air. Kurangnya air akan membuat alkohol dalam darah lebih sulit untuk
diencerkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar